“Penerbangan kali ini berjalan sesuai dengan rencana kami, dengan level pencapaian performa yang sama dengan ekspektasi kami. Sesuai perkiraan kami, pesawat dapat dikendalikan dengan mudah dan sangat menyenangkan untuk saya bisa menerbangkan pesawat ini,” demikian ujar Magnus Fredriksson, pilot penguji pesawat eksperimental SAAB Global Eye. SAAB Global Eye menawarkan solusi praktis dimana kemampuan survei dan pengawasan wilayah maritim, udara, dan daratan mampu dilaksanakan dalam satu pesawat pengintai dan peringatan dini. Konsumen perdana dari pesawat pengintai dan peringatan dini tersebut yakni Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab yang menempatkan Global Eye sebagai pesawat Swing Role Surveillance System atau SRSS. Dengan sederet sensor yang dibawanya, pesawat jet pengintai dan peringatan dini SAAB Global Eye mampu terbang dalam durasi 11 jam, sebuah kelebihan dimana pesawat pengintai dan peringatan dini umumnya harus memiliki waktu Loitering yang lama agar dapat mengintai pergerakan musuh dalam durasi yang panjang.
Pesawat Pengintai SAAB Global Eye Sukses Laksanakan Penerbangan Perdana
Baca Juga
Mortir 2S31 Vena (Self Propelled Mortar) Menarik Perhatian Marinir TNI AL
HobbyMiliter.com – Mortir 2S31 Vena (Self Propelled Mortar) Menarik Perhatian Marinir TNI AL. Pertahanan artileri bergerak merupakan kekhasan dari Korps Marinir saat menggelar operasi,...