Latihan tahunan Rusia-Tiongkok tahun ini merupakan kali kelima kedua negara mengadakan latihan bersama secara bergantian. Pihak Tiongkok yang diwakili Laksamana Muda Yu Manjiang menekankan bahwa latihan tersebut tidak ditujukan untuk menyerang negara manapun. Deputi Kepala Staf Armada Laut Selatan PLA tersebut menolak tuduhan bahwa Tiongkok berniat untuk mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyerang negara lain.
Direktur pelaksana acara latihan Joint Sea 2016, Laksamana Madya Wang Hai mengindikasikan tujuan kedua angkatan laut negara adalah “semata-mata untuk meningkatkan kemampuan tempur dengan memperbaiki koordinasi komando berdasarkan standar prosedur.” Baik PLAN dan RFN sejatinya sudah banyak berkoordinasi soal kerjasama operasional dan prosedur komando sejak mengadakan latihan Joint Sea 2015.