MELANJUTKAN KEHIDUPAN PASCA PERANG KEMERDEKAAN
Setelah keadaan berangsur aman, seluruh anggota Pasukan T ditarik ke Yogyakarta. Para anggota yang pernah mengikuti SOT di Salatiga tahun 1946 dan masih berpangkat Letnan Muda diperintahkan melanjutkan Pendidikan Perwira di Akademi Militer, sisanya bertugas di staf Brigade XVII pimpinan Letnan Kolonel Kusno Utomo.
Pada Maret 1950, anggota Pasukan T yang melanjutkan Pendidikan Perwira di Akademi Militer dilantik menjadi Letnan Dua dan mendapat penugasan tersebar di satuan-satuan TNI-AD. Sedangkan yang menjadi staf Brigade XVII, rata-rata berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah menengahnya pada tahun 1950 dan 1951 di Magelang. Mereka ada yang tetap berdinas militer atau memilih melanjutkan ke perguruan tinggi berbagai bidang. Oleh sebab itu, mulai 1950 dengan sendirinya keberadaan Pasukan T eks Pasukan T Ronggolawe sudah tidak ada.
Walaupun demikian, silaturahmi antar eks-anggota dan keluarganya masih tetap terjaga. Mereka mendirikan Himpunan Pasukan T Ronggolawe pada Juni 1966 dan Yayasan Pasukan T Ronggolawe. Tujuan organisasi ini selain mempererat silaturahmi adalah membantu keluarga anggota yang meninggal dunia, membantu rakyat di daerah gerilya eks-Pasukan T sebagai ungkapan terima kasih dan menghimpun dana untuk mendukung aktifitas tadi.
Organisasi ini juga pernah mengadakan reuni keluarga eks-Pasukan T di Istana Cipanas pada 22 Juni 1989 bersama Letnan Jenderal (purn) GPH Djatikusumo. Dan pada Maret 1991 juga melakukan reuni dengan bekas musuhnya, anggota Batalyon 425 KL di Wonosobo.
Aku bangga almarhum kakek ku dulu menjadi anggota pasukan divisi 5 ronggolawe, di bawah komando bpk sudarmono, aku anak cepu bangga kota cepu dulu menjadi markas divisi 5 ronggolawe.
Sy juga anak dari pasukan / Divisi V Ronggolawe yg berasal dari Blora